Kongres Nasional IV

0
463

Kongres Koalisi Perempuan Indonesia Berlangsung 8-12 Desember 2014 di Pasar Seni Gabusan
9 Desember 2014 – oleh suarapemudajogja 0
DSC_0059

BANTUL -Setelah enam belas tahun reformasi terjadi, pemberdayaan untuk meningkatkan peran dan kedudukan perempuan, dihadapkan pada situasi paradoksal. Disatu sisi terjadi berbagai kemajuan, namun disisi lain justru terjadi kemunduran yang mengakibatkan keterpurukan perempuan. Inilah yang mendasari pelaksanaan Kongres Nasional Koalisi Perempuan Indonesia untuk Keadilan dan Demokrasi untuk yang pertama kali berhasil menetapkan asas perjuangannya, yaitu Pancasila dan Hak-Hak Perempuan dengan prinsip-prinsip Demokrasi, Hak Asasi Manusia, Keadilan Gender dan Non Diskriminasi. Asas organisasi inilah yang digunakan sebagai landasan untuk mewujudkan visi “Terwujudkan kesetaraan dan keadilan gender menuju masyarakat yang demokratis, sejahtera dan beradab” jelas Sutriyatmi, ketua panitia kongres KPI senin (8/12) di Gabusan Bantul.

Tahun 2014 ini, Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) menggadakan Kongres Nasional IV yang akan dihadiri oleh 1900 anggotanya dari seluruh Indonesia. Kongres ini mengangkat tema “Perempuan Mandiri, Perempuan Memimpin”, dengan salah satu tujuannya untuk melakukan evaluasi dua windu perjuangan Koalisi Perempuan Indonesia ujar Dian Kartika Sari Sekjen KPI.

“Selain itu kongres ini juga memiliki maksud untuk menjalankan mekanisme demokrasi organisasi dalam perumusan arah perjuangan perempuan dan kepemimpinan organisasi. Memberi pengakuan terhadap kader organisasi sebagai Perempuan Mandiri, Perempuan Pemimpin. Menyediakan ruang belajar dan berbagi pengetahuan sesama perempuan, serta meningkatkan ketrampilan bagi perempuan,” jelas Dian.

Dijelaskan Dian, kongres ini bertujuan untuk menyediakan ruang guna mempertemukan kader-kader perempuan dari dari 27 Provinsi, 116 Kabupaten/kota dan 1000 desa untuk mengembangkan solidaritas sesama perempuan, saling belajar dan merayakan keberagaman.

“Menghasilkan agenda kerja gerakan perempuan untuk lima tahun ke depan, memilih pengurus nasional periode 2014 -2019, memberikan penghargaan bagi 16 perempuan penggerak perubahan, memberi pengakuan terhadap pengetahuan perempuan, dan mempromosikan produk kreatif perempuan dan budaya dari 34 provinsi dalam rangka pekan perempuan mandiri, menjadikan tujuan utama kegiatan ini,” jelas Dian.

Usai pembukaan kongres, pada hari pertama ini, di aula utama berlangsung juga seminar “PerlindunganSosial yang Berkeadilan”, dengan narasumber Khofifah Indarparawansa (Menteri Sosial Republik Indonesia), Prof. dr. Hasbullah Thabrany, MPH.DR.PH (Centre For Health Economics and Policy Studies Universitas Indonesia), dan Dian Kartikasari (Sekjen Koalisi Perempuan Indonesia).

Ahmad MAR

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY