PELATIHAN GENDER

0
1075

Dalam dekade yang lalu sejumlah pendekatan pelatihan yang berbeda telah dikembangkan dan menghasilkan strategi-strategi dan teknik-teknik pelatihan yang berbeda. Dari berbagai pendekatan, tiga pendekatan muncul sebagai pendekatan-pendekatan yang dominan. Pelatihan analisis gender, pertama kali dikembangkan tahun 1980 oleh Chaterine Overholt, Mary Anderson, dan Kathleen Cloud dari Harvard dan karenanya juga disebut “Pendekatan Harvard”. Pendekatan ini merupakan suatu alat diagnosis yang didasarkan pada analisis gender. Ia terdiri dari kerangka kerja analitis rangkap tiga yang secara berurutan mempermasalahkan pembagian kerja antara perempuan dan laki-laki serta perbedaan akses dan penguasaan mereka terhadap sumber-sumber kehidupan. Tujuannya adalah melatih peserta agar mampu menggunakan analisis gender sebagai peralatan dalam tugas mereka. Pendekatan kedua, yang muncul pada akhir tahun 80-an adalah Pelatihan Perencanaan gender yang dikembangkan oleh Caroline Moser di London. Basis dari pendekatan ini adalah perencanaan dan bukan analisis. Tujuan pelatihan adalah memberikan peralatan, tidak hanya untuk analisis suatu situasi yang responsif gender tapi juga terjemahannya ke dalam intervensi khusus yang berupa praktek perencanaan. Dinamika gender adalah yang ketiga, dan merupakan pendekatan pelatihan yang sangat berbeda. Pendekatan ini utamanya datang dari pengalaman pelatihan organisasi masyarakat akar-rumput di negara-negara Dunia Ketiga. Filipina memiliki banyak pengalaman dengan pendekatan ini. Dinamika gender adalah pelatihan penumbuhan kesadaran untuk mengidentifikasikan bias gender di dalam rumah, di tempat kerja dan di dalam masyarakat. Pelatihan dengan pendekatan ini menggunakan beberapa metodologi partisipatori seperti role play, dinamika interpersonal dan teater populer

 

SHARE
Previous articlePELECEHAN SEKSUAL
Next articlePEKERJAAN DOMESTIK
Perjuangan menuju kesetaraan gender bukan hal yang tidak mungkin.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY