Liputan Konfrensi Pers

0
460

DISESALKAN PT FREEPORT SPONSOR PERNAS AIDS IV
Rabu, 05 Oktober 2011

JUBI – Koordinator Kelompok Kerja (Pokja) Reformasi Kebijakan Sekretariat Nasional Koallisi Perempuan Indonesia, Mike menyesalkan Komisi Penanggulangan Aids Nasional (KPAN) ‘menggandeng’ PT. Freport Indonesia dan Exxon Mobile sebagai sponsorship di ajang Pertemuan Nasional (Pernas) AIDS IV yang berlangsung di Jogjakarta, 3-6 Oktober 2011.

Hal itu ditegaskannya bersama Koordinator Nasional Ikatan Perempuan Positif Indonesia (IPPI) Beby Rivona dalam jumpa pers, Senin, (3/10) di Jogjakarta. Baik Beby Rivona dan Mike yang tergabung dalam forum komunitas perempuan, memberi masukan penting untuk KPAN selaku penyelenggara untuk lebih selektif melakukan kerjasama dengan pihak lain seperti tidak melibatkan pihak sponsor yang melanggar HAM dan merusak lingkungan diantaranya PT. Freeport dan Exxon Mobile.

Mereka berharap kedepannya program HIV bisa sejalan dengan gerakan-gerakan lainnya, sehingga dapat dukungan dari kelompok-kelompok pendukung dari perusahaan yang tidak melanggar HAM dan Lingkungan.

Persoalannya, tegas Mike, bahwa yang mereka tau penyelenggaraan Pernas AIDS IV, hanya didanai oleh Global Found melalui APBN. Namun menjadi tidak jelas ketika diketahui bahwa Pernas AIDS IV disponsori juga oleh PT Freeport dan Exxon Mobile. Secara rinci Mike mengakui bahwa tidak tercantum nama dua perusahaan tersebut di spanduk dan back drop maupu baliho-baliho, namun dalam beberapa temuan mereka di baliho tertentu, dua perusahaan tersebut, dipapangkan sebagai sponsorship Pernas AIDS IV.

“Freeport di Papua punya andil besar, karena kita tau di jalur-jalur arah ke Freeport ada prostitusi gelap yang berdampak terhadap prevalensi HIV,” ungkap Mike mencontohkan.

Baik Mike maupun Beby Rivona berharap Pernas berikutnya tidak lagi melibatkan perusahaan yang melanggar HAM dan Lingkungan. Itu sebabnya keduanya menyesalkan keterlibatan PT. Freeport dan Exxon Mobile dalam sponsorship di ajang dua tahunan itu.

“Kita tau bagaimana persoalan lingkungan di Indonesia. Freeport salah satu yang tidak bertanggungjawab,” tambah Mike.

Anggota IPPI Papua, Yuliana Yerisetouw secara terpisah mendukung apa yang diungkapkan oleh Mike dan Beby Rivona. Alasannya bahwa sebagai seorang perempuan, PT Freeport misalnya tidak pernah habis-habisnya diperbincangkan dalam masalah HAM dan Lingkungan. Menurut Mama Yuli, panggilan akrabnya, bahwa Freeport lebih banyak merusak ketimbang memperbaiki lingkungan dan juga melanggar masalah HAM di Papua.
(JUBI/ROBERTH WANGGAI- ngutip : tabloid jubi)

sumber : www.komisikepolisianindonesia.com

NO COMMENTS