<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Koalisi Perempuan Indonesia</title>
	<atom:link href="http://www.koalisiperempuan.or.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.koalisiperempuan.or.id</link>
	<description>untuk Keadilan dan Demokrasi</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 04:46:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Kliping on media Januari 2012</title>
		<link>http://www.koalisiperempuan.or.id/kliping-on-media-januari-2012/</link>
		<comments>http://www.koalisiperempuan.or.id/kliping-on-media-januari-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Feb 2012 04:58:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>By</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dokumen dan Publikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kliping Media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koalisiperempuan.or.id/?p=3288</guid>
		<description><![CDATA[Perempuan dalam Lingkaran Kasus Korupsi   PENDAPAT yang berbeda dinyatakan oleh aktivis perempuan dan politisi menyikapi kasus-kasus penyelewengan anggaran di Indonesia akhir-akhir ini yang banyak menyeret kaum hawa ke pengadilan tinggi tindak pidana korupsi. Menurut Ketua Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Dian Kartika Sari di Jakarta, Rabu (18/1), kaum wanita telah dijadikan alat dari lawan jenisnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Perempuan dalam Lingkaran Kasus Korupsi</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>PENDAPAT yang berbeda</p>
<p>dinyatakan oleh aktivis perempuan</p>
<p>dan politisi menyikapi</p>
<p>kasus-kasus penyelewengan</p>
<p>anggaran di Indonesia</p>
<p>akhir-akhir ini yang banyak</p>
<p>menyeret kaum hawa ke</p>
<p>pengadilan tinggi tindak</p>
<p>pidana korupsi.</p>
<p>Menurut Ketua Koalisi</p>
<p>Perempuan Indonesia (KPI)</p>
<p>Dian Kartika Sari di Jakarta,</p>
<p>Rabu (18/1), kaum wanita</p>
<p>telah dijadikan alat dari lawan</p>
<p>jenisnya untuk melakukan</p>
<p>tindakan pidana korupsi,</p>
<p>sedangkan anggota Dewan</p>
<p>Perwakilan Rakyat (DPR) Eva</p>
<p>Kusuma Sundari secara terpisah</p>
<p>mengatakan koruptor</p>
<p>perempuan tetap merupakan</p>
<p>koruptor meskipun bukan</p>
<p>merupakan pemain utama.</p>
<p>“Kita saat ini sadar bahwa</p>
<p>perempuan bisa dijadikan</p>
<p>alat bagi laki-laki untuk</p>
<p>melakukan korupsi, mereka</p>
<p>disuruh membagikan uang</p>
<p>kepada anggota DPR, atau</p>
<p>menjadi penghubung antara</p>
<p>aktor-aktor korupsi,” kata Dian</p>
<p>Kartika Sari.</p>
<p>Namun Dian menegaskan</p>
<p>bahwa pernyataan tersebut</p>
<p>tidak boleh ditafsirkan sebagai</p>
<p>dukungan KPI terhadap koruptor</p>
<p>perempuan, dia mengatakan</p>
<p>bahwa korupsi bukan persoalan</p>
<p>gender dan tetap merupakan</p>
<p>kejahatan yang harus dihukum</p>
<p>seberat-beratnya.</p>
<p>“Pada dasarnya kami</p>
<p>tidak memiliki toleransi</p>
<p>terhadap korupsi baik itu</p>
<p>dilakukan laki-laki maupun</p>
<p>perempuan. Namun fakta yang</p>
<p>kita dapatkan adalah kaum</p>
<p>hawa, dalam sebagian besar</p>
<p>kasus, bukan merupakan</p>
<p>pemain utama tindakan tersebut,”</p>
<p>kata Dian.</p>
<p>Ia juga berpendapat bahwa</p>
<p>ketidak-tahuan perempuan</p>
<p>telah menyebabkan mereka</p>
<p>masuk ke dalam sistem yang</p>
<p>korup dan akhirnya terseret</p>
<p>oleh arus besar sistem itu.</p>
<p>“Yang sekarang bisa dilakukan</p>
<p>adalah menguatkan</p>
<p>pengetahuan perempuan terhadap</p>
<p>korupsi, tentang aturan-aturannya,</p>
<p>mana yang boleh dan</p>
<p>mana yang tidak,” kata dia.</p>
<p>Dengan pengetahuan tentang</p>
<p>korupsi tersebut perempuanperempuan</p>
<p>yang memiliki</p>
<p>jabatan di birokrasi pemerintah</p>
<p>ataupun wakil rakyat ditingkat</p>
<p>pusat maupun daerah bisa</p>
<p>mengatakan “tidak” jika atasannya</p>
<p>meminta untuk melakukan</p>
<p>tindakan yang melanggar</p>
<p>hukum.</p>
<p>Di sisi lain, Eva Kusuma</p>
<p>Sundari yang berasal dari</p>
<p>Partai Demokrasi Indonesia</p>
<p>Perjuangan mengatakan bahwa</p>
<p>korupsi tidak terkait dengan</p>
<p>persoalan gender sehingga</p>
<p>meskipun bukan merupakan</p>
<p>pemain utama dalam tindakan</p>
<p>penyelewengan anggaran</p>
<p>tersebut, perempuan yang</p>
<p>terbukti terlibat harus</p>
<p>diperlakukan sama di hadapan</p>
<p>hukum dengan laki-laki.</p>
<p>“Mereka (perempuan-perempuan</p>
<p>yang terlibat korupsi)</p>
<p>tetap saja mengambil</p>
<p>keuntungan dari tidakan</p>
<p>pidana tersebut sehingga apa</p>
<p>pun alasannya, mereka harus</p>
<p>diperlakukan sama di hadapan</p>
<p>hukum,” demikian pendapatnya.</p>
<p>Selain mendapatkan keuntungan</p>
<p>dari tindakan korupsi,</p>
<p>meskipun bukan merupakan</p>
<p>pemain utama, Eva juga mengatakan</p>
<p>bahwa perempuan-perempuan</p>
<p>tersebut mempunyai</p>
<p>pilihan untuk menolak perintah</p>
<p>dari atasannya.</p>
<p>“Jika dibandingkan dengan</p>
<p>perempuan-perempuan dari</p>
<p>daerah pemilihan saya, para</p>
<p>koruptor wanita ini jelas</p>
<p>mempunyai pilihan yang lebih</p>
<p>baik. Toh jika mereka dipecat</p>
<p>atau diasingkan, mereka tetap</p>
<p>bisa makan karena bukan</p>
<p>orang miskin. Sedangkan di</p>
<p>tempat saya, kaum hawa</p>
<p>hanya punya dua pilihan untuk</p>
<p>bisa makan, melacur atau</p>
<p>menjadi tenaga kerja wanita</p>
<p>di luar negeri,” kata dia.</p>
<p>Eva yang berasal dari</p>
<p>Nganjuk Jawa Timur ini</p>
<p>mengatakan bahwa korupsi</p>
<p>terjadi karena munculnya</p>
<p>kesempatan yang terbuka</p>
<p>lebar jika seseorang menduduki</p>
<p>jabatan publik, sehingga</p>
<p>siapapun siapapun</p>
<p>yang lemah imannya, dan</p>
<p>apapun jenis kelaminnya,</p>
<p>akan tergoda untuk melakukan</p>
<p>tindakan tersebut.</p>
<p>“Kebetulan saja sekarang</p>
<p>ini, perempuan-perempuan</p>
<p>sudah banyak yang menduduki</p>
<p>jabatan strategis dan</p>
<p>oleh karena itu sangat terbuka</p>
<p>kesempatan bagi mereka</p>
<p>untuk melakukan tindakan</p>
<p>korupsi,” kata menjelaskan</p>
<p>kenapa akhir-akhir ini banyak</p>
<p>kaum hawa yang terseret di</p>
<p>pengadilan tinggi tindak</p>
<p>pidana korupsi (tipikor).</p>
<p>Beberapa perempuan yang</p>
<p>saat ini tersangkut korupsi</p>
<p>adalah terpidana korupsi</p>
<p>Wisma Atlet SEA Games Rosa</p>
<p>Manulang, tersangka penyebaran</p>
<p>cek perjalanan ke DPR</p>
<p>Nunun Nurbaeti, dan terdakwa</p>
<p>kasus suap Kementerian</p>
<p>Tenaga Kerja dan Transmigrasi</p>
<p>Dharnawati. Nama tersebut</p>
<p>belum mencakup sejumlah</p>
<p>perempuan seperti anggota</p>
<p>DPR dari Partai Demokrat</p>
<p>Angelina Sondakh yang disebut</p>
<p>Rosa dan Muhammad Nazaruddin</p>
<p>terlibat korupsi Wisma</p>
<p>Atlet.</p>
<p>Belum lagi perempuan lain</p>
<p>yang dijadikan sorotan publik</p>
<p>karena menghabiskan anggaran</p>
<p>Rp20 miliar hanya</p>
<p>untuk merenovasi ruang rapat</p>
<p>Badan Anggaran DPR berukuran</p>
<p>10X10 meter. Di sisi</p>
<p>lain, terdapat juga perempuan</p>
<p>yang didakwa melakukan</p>
<p>penipuan terhadap nasabah</p>
<p>Citibank, Malinda Dee.</p>
<p>Meskipun banyak kaum</p>
<p>sejenisnya yang melakukan</p>
<p>tindakan korupsi, Eva mengaku</p>
<p>tidak khawatir hal tersebut</p>
<p>akan menurunkan kredibilitas</p>
<p>perempuan sebagai wakil</p>
<p>rakyat menjelang pemilihan</p>
<p>umum DPR dan Presiden/Wakil</p>
<p>Presiden 2014 mendatang.</p>
<p>“Biarkan para pemilih di</p>
<p>Indonesia menjadi pemilih</p>
<p>yang cerdas, jangan sampai</p>
<p>mereka tertipu oleh ‘kulitnya’</p>
<p>dan tidak mempertimbangkan</p>
<p>‘isinya’ dalam pesta demokrasi</p>
<p>rakyat lima tahunan nanti,”</p>
<p>kata dia.</p>
<p>Pemilih cerdas yang dimaksud</p>
<p>oleh Eva adalah</p>
<p>warga negara yang mendelegasikan</p>
<p>kepentingannya kepada</p>
<p>wakil rakyat yang</p>
<p>mempunyai kapabilitas, kualitas,</p>
<p>visi, dan komitmen untuk</p>
<p>memperjuangkan aspirasi</p>
<p>rakyat tanpa mempedulikan</p>
<p>jenis kelamin, status sosial,</p>
<p>ataupun keturunan.</p>
<p>“Adalah mitos jika wakil</p>
<p>rakyat perempuan pasti akan</p>
<p>memperjuangkan nasib sesama</p>
<p>jenisnya. Banyak juga kok</p>
<p>wanita yang menjadi legislator</p>
<p>hanya karena ikut-ikutan dan</p>
<p>karena jatah suaminya yang</p>
<p>menjadi Gubernur atau Bupati,</p>
<p>yang jenis seperti itu yang</p>
<p>susah,” kata dia.</p>
<p>Oleh karena itu menurut</p>
<p>Eva, batas minimal 30 persen</p>
<p>keterwakilan perempuan dalam</p>
<p>daftar bakal calon peserta</p>
<p>pemilihan umum DPR, sebagaimana</p>
<p>diatur dalam Undang-</p>
<p>Undang No. 10 tahun</p>
<p>2008 tentang Partai Politik,</p>
<p>belum cukup karena tanpa</p>
<p>diimbangi pola pikir yang</p>
<p>benar maka batas tersebut</p>
<p>tidak akan mendatangkan</p>
<p>manfaat.</p>
<p>Pada sisi ini pendapat</p>
<p>Dian Kartika Sari nampak</p>
<p>sejalan dengan pandangan</p>
<p>Eva. Dian mengatakan bahwa</p>
<p>cara berpikir gender lebih</p>
<p>penting ketimbang kuantitas</p>
<p>keterwakilan perempuan dalam</p>
<p>anggota dewan.</p>
<p>“Bukan hanya dalam badan</p>
<p>legislatif pola pikir keadilan</p>
<p>gender ini harus ada,</p>
<p>yang lebih penting adalah</p>
<p>bagaimana menerapkan</p>
<p>‘framework’ ini dalam kebijakan</p>
<p>nyata di tingkatan</p>
<p>eksekutif yang berdampak</p>
<p>langsung pada perempuan,”</p>
<p>kata dia.</p>
<p>Menurut Dian, lembagalembaga</p>
<p>pemerintah saat ini</p>
<p>belum bisa mengartikulasikan</p>
<p>pola pikir keadilan gender</p>
<p>dalam praktik dan hanya</p>
<p>berhenti pada perkataan.</p>
<p>“Dalam Departemen Pekerjaan</p>
<p>Umum misalnya,</p>
<p>para pengambil kebijakan di</p>
<p>departemen tersebut tidak</p>
<p>tahu bagaimana menerapkan</p>
<p>keadilan gender dalam pembangunan</p>
<p>infrastruktur.</p>
<p>Sebenarnya contoh yang</p>
<p>paling mudah ya di Departemen</p>
<p>Perhubungan, maraknya kasus</p>
<p>perkosaan di angkutan kota</p>
<p>menunjukkan ada sesuatu yang</p>
<p>salah dalam pembangunan alat</p>
<p>transportasi massal di negara</p>
<p>ini,” jelas Dian.</p>
<p>􀂄 <strong>(ant/gm nur lintang</strong></p>
<p><strong>muhammad)</strong></p>
<p><strong>Sumber :</strong></p>
<p><strong>Harian Haluan edisi 19 Januari 2012</strong></p>
<p><strong>Halaman 12 </strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koalisiperempuan.or.id/kliping-on-media-januari-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mendorong Peran Anggota Legislatif Perempuan dalam Penyusunan Prolegnas dan Anggaran 2012 yang Adil Gender</title>
		<link>http://www.koalisiperempuan.or.id/mendorong-peran-anggota-legislatif-perempuan-dalam-penyusunan-prolegnas-dan-anggaran-2012-yang-adil-gender/</link>
		<comments>http://www.koalisiperempuan.or.id/mendorong-peran-anggota-legislatif-perempuan-dalam-penyusunan-prolegnas-dan-anggaran-2012-yang-adil-gender/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 08:12:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Issu Strategis dan Advokasi kebijakan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koalisiperempuan.or.id/?p=3266</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta, 25 Januari 2012 Tanggal 18 Januari 2012 yang lalu Koalisi Perempuan Indonesia umtuk Keadilan dan Demokrasi yang didukung oleh Search for Commond Ground menyelenggarakan Semiloka tentang Mendorong Peran Anggota Lesgislatif dalam Penyusunan Prolegnas ( Program Legislasi Nasional) dan Anggaran 2012 yang adil gender yang menghadirkan pembicara anggota legislative perempuan Eva Kusuma Sundari ( anggota [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta, 25 Januari 2012</p>
<p>Tanggal 18 Januari 2012 yang lalu Koalisi Perempuan Indonesia umtuk Keadilan dan Demokrasi yang didukung oleh Search for Commond Ground menyelenggarakan Semiloka tentang Mendorong Peran Anggota Lesgislatif dalam Penyusunan Prolegnas ( Program Legislasi Nasional) dan Anggaran 2012 yang adil gender yang menghadirkan pembicara anggota legislative perempuan Eva Kusuma Sundari ( anggota Komisi III), Andi Timo Pangerang ( Ketua KPPRI) dan Tety Kadi Bawono ( Anggota Badan Legislasi) yang diselenggarakan di Hotel Bidakara , Jakarta.</p>
<p>Dalam makalah yang disampaikan Tety Kadi membahas tentang bagaimana proses legisilasi nasional di lakukan , sementara itu Andi Timo sebagai ketua KPPRI lebih banyak sharing tentang bagaimana kiprah KPPRI dalam proses legislasi di DPR. “ Kalau ingin tahu tentang politik , maka harus langsung terjun di dalam politik itu sendiri “ demikian yang juga sempat dikatakan oleh Eva Sundari dalam seminar tersebut. Mbak Eva panggilan akrabnya mengatakan bahwa proses penganggaran yang nyata itu ada di pemerintah sehingga DPR hanya sebagai pengawas anggaran.</p>
<p>Seminar yang dihadiri oleh anggota Koalisi Perempuan dari berbagai daerah ini dan juga aktivis perempuan dilanjutkan dengan lokakarya untuk melihat strategi yang akan dilakukan oleh kelompok perempuan untuk melakukan advokasi lebih lanjut tentang prolegnas. Lokakarya sendiri dipandu oleh Ruth Indiah Rahayu ( Yuyud) menghasilkan beberapa rekomendasi untuk mengawal gerak beberapa undang-undang antara lain  Revisi UU Pangan, UU Desa dan RUU undang-undang Perlindungan Petani.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koalisiperempuan.or.id/mendorong-peran-anggota-legislatif-perempuan-dalam-penyusunan-prolegnas-dan-anggaran-2012-yang-adil-gender/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rapat Kerja Nasional III</title>
		<link>http://www.koalisiperempuan.or.id/rapat-kerja-nasional-iii/</link>
		<comments>http://www.koalisiperempuan.or.id/rapat-kerja-nasional-iii/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 07:29:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Issu Strategis dan Advokasi kebijakan]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Penguatan Organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Rapat Kerja Nasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koalisiperempuan.or.id/?p=3260</guid>
		<description><![CDATA[Rapat Kerja Nasional III Koalisi Perempuan Indonesia untuk Keadilan dan Demokrasi &#160; Jakarta, 25 Januari 2012 Berlangsung selama lima hari sejak tanggal 19 s/d 23 Januari 2012, Koalisi Perempuan Indonesia menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional III periode kepengurusan 2009 s/d 2014. Kegiatan tahunan yang bertujuan untuk melihat kembali logframe kerja 5 tahunan, melihat apa yang telah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rapat Kerja Nasional III</p>
<p>Koalisi Perempuan Indonesia untuk Keadilan dan Demokrasi</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jakarta, 25 Januari 2012</p>
<p>Berlangsung selama lima hari sejak tanggal 19 s/d 23 Januari 2012, Koalisi Perempuan Indonesia menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional III periode kepengurusan 2009 s/d 2014. Kegiatan tahunan yang bertujuan untuk melihat kembali logframe kerja 5 tahunan, melihat apa yang telah dilakukan selama setahun dan untuk menyusun program kerja tahun 2012 diikuti oleh 13 Wilayah dan 9 cabang yang belum terbentuk wilayah.</p>
<p>RAKERNAS III dibuka oleh pengurus nasional ini difasilitasi oleh Bapak Wiladi Budiharga dan Ibu Titiek Kartika yang membantu proses Raker kali ini. Sementara itu  Fitrianti,Yessi Momongan, Hamidah, Naswati dan Farsijana Adeney Rissakota menjadi pimpinan sidang tetap . Setelah melalui proses RAKERNAS selama 3 hari maka beberapa keputusan tentang organisasi dan juga rencana program kerja tahun 2012 dihasilkan . Selamat Bekerja , sampai jumpa di RAKERNAS 2013</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koalisiperempuan.or.id/rapat-kerja-nasional-iii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Catatan Awal Tahun 2012</title>
		<link>http://www.koalisiperempuan.or.id/catatan-awal-tahun-2012/</link>
		<comments>http://www.koalisiperempuan.or.id/catatan-awal-tahun-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jan 2012 13:11:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>By</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arsip]]></category>
		<category><![CDATA[Dokumen dan Publikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Issu Strategis dan Advokasi kebijakan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koalisiperempuan.or.id/?p=3254</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta, 17 Januari 2012 Catatan awal tahun 2012 yang disampaikan oleh Sekjend Koalisi Perempuan Indonesia , Ibu Dian Kartikasari, SH dan salah satu Presidium Nasional Fitriyanti di Bakoel Koffie Cikini hari ini. Informasi lengkap dapat diakses di : CAWALU 2011-2012 naskah &#160;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta, 17 Januari 2012</p>
<p>Catatan awal tahun 2012 yang disampaikan oleh Sekjend Koalisi Perempuan Indonesia , Ibu Dian Kartikasari, SH dan salah satu Presidium Nasional Fitriyanti di Bakoel Koffie Cikini hari ini.</p>
<p>Informasi lengkap dapat diakses di :</p>
<p><a href="http://www.koalisiperempuan.or.id/catatan-awal-tahun-2012/cawalu-2011-2012-naskah/" rel="attachment wp-att-3255">CAWALU 2011-2012 naskah</a></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koalisiperempuan.or.id/catatan-awal-tahun-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Konfrensi pers &#8221; koalisi perempuan outlook 2012 &#8220;</title>
		<link>http://www.koalisiperempuan.or.id/konfrensi-pers-koalisi-perempuan-outlook-2012/</link>
		<comments>http://www.koalisiperempuan.or.id/konfrensi-pers-koalisi-perempuan-outlook-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jan 2012 10:37:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>By</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dokumen dan Publikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Issu Strategis dan Advokasi kebijakan]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[cawalu]]></category>
		<category><![CDATA[outlook]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koalisiperempuan.or.id/?p=3248</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta , 17 Januari 2012 Sore ini bertempat di Bakoel Koffie Cikini , Koalisi Perempuan Indonesia menggelar Konfrensi Pers catatan awal tahun 2012 . Sekretaris Jendral Koalisi Perempuan Indonesia menyatakan bahwa kaum miskin masih belum dapat menikmati hukum yang maksimal dan ada sekitar 93 kasus yg berkaitan dengan fundamentalisme . Selain menyoal tentang kedaulatan pangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta , 17 Januari 2012</p>
<p>Sore ini bertempat di Bakoel Koffie Cikini , Koalisi Perempuan Indonesia menggelar Konfrensi Pers catatan awal tahun 2012 . Sekretaris Jendral Koalisi Perempuan Indonesia menyatakan bahwa kaum miskin masih belum dapat menikmati hukum yang maksimal dan ada sekitar 93 kasus yg berkaitan dengan fundamentalisme . Selain menyoal tentang kedaulatan pangan dan masih adanya pelanggaran HAM dalam kasus kasus agraria yang terjadi di tahun 2011.<br />
Sementara itu salah satu Presidium nasional ibu Fitriyanti dari Sumatera barat menyampaikan kondisi daerahnya yang masih sangat sedikit respon terhadap korban bencana dimana korbannya lebih banyak perempuan dan anak-anak.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koalisiperempuan.or.id/konfrensi-pers-koalisi-perempuan-outlook-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Korban banjir di Kec.Kibin&amp;Kragilan Kab.Serang membutuhkan bantuan</title>
		<link>http://www.koalisiperempuan.or.id/korban-banjir-di-kec-kibinkragilan-kab-serang-membutuhkan-bantuan/</link>
		<comments>http://www.koalisiperempuan.or.id/korban-banjir-di-kec-kibinkragilan-kab-serang-membutuhkan-bantuan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2012 05:48:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tanggap Darurat]]></category>
		<category><![CDATA[banjir]]></category>
		<category><![CDATA[kibin & kragilan]]></category>
		<category><![CDATA[serang banjir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koalisiperempuan.or.id/?p=3241</guid>
		<description><![CDATA[Korban banjir di Kec.Kibin &#38; Kragilan Kab.Serang membutuhkan bantuan berupa makanan, obat2an, baju, selimut, cp. Erwita atau kontak langsung ke Koalisi Perempuan Indonesia di http://www.koalisiperempuan.or.id/kontak/ Terima Kasih]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>Korban banjir di Kec.Kibin &amp; Kragilan Kab.Serang membutuhkan bantuan berupa makanan, obat2an, baju, selimut, cp. Erwita atau kontak langsung ke Koalisi Perempuan Indonesia di http://www.koalisiperempuan.or.id/kontak/</div>
</div>
<div></div>
<div></div>
<div>Terima Kasih</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koalisiperempuan.or.id/korban-banjir-di-kec-kibinkragilan-kab-serang-membutuhkan-bantuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keputihan (Pek Tay)</title>
		<link>http://www.koalisiperempuan.or.id/keputihan-pek-tay/</link>
		<comments>http://www.koalisiperempuan.or.id/keputihan-pek-tay/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jan 2012 07:12:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[ciri ciri keputihan]]></category>
		<category><![CDATA[ciri ciri pektay]]></category>
		<category><![CDATA[keputihan]]></category>
		<category><![CDATA[pektay]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koalisiperempuan.or.id/?p=3204</guid>
		<description><![CDATA[Apa itu Keputihan ? Keputihan merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi atau peradangan mengakibatkan cairan yang berlebihan yang terdapat pada alat kelamin dan umumnya diderita oleh perempuan. Ciri Ciri Keputihan ? Keputihan fisiologis (normal) ciri-cirinya, lendirnya seperti lendir bening, Tidak gatal dan tidak berbau. Keputihan Abnormal 1. Keputihan berwarna coklat atau ada sedikit darah Ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignleft size-full wp-image-3207" src="http://www.koalisiperempuan.or.id/wp-content/uploads/2012/01/keputihan.jpg" alt="" width="255" height="300" />Apa itu Keputihan ?</strong></p>
<p>Keputihan merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi atau peradangan mengakibatkan cairan yang berlebihan yang terdapat pada alat kelamin dan umumnya diderita oleh perempuan.</p>
<p><strong>Ciri Ciri Keputihan ?</strong></p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Keputihan fisiologis (normal)</span><br />
ciri-cirinya, lendirnya seperti lendir bening, Tidak gatal dan tidak berbau.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Keputihan Abnormal<br />
</span>1. Keputihan berwarna coklat atau ada sedikit darah</p>
<p>Ini merupakan keputihan yang seringkali terjadi jika Anda mempunyai siklus menstruasi yang tidak teratur. Waspadai jika keputihan ini disertai perdarahan dari vagina yang sering terjadi dan juga nyeri panggul, karena situasi ini bisa pada penderita kanker serviks maupun kanker endometrium.</p>
<p>2. Keputihan berwarna kuning atau keruh<br />
Jika keputihan ini disertai dengan perdarahan dari vagina di luar siklus menstruasi dan nyeri saat berkemih, bisa jadi ini merupakan tanda infeksi gonorea.</p>
<p>3. Keputihan berwarna kuning atau hijau, berbusa dan berbau busuk<br />
Biasanya keputihan seperti ini disertai dengan nyeri dan gatal saat Anda berkemih. Ada kemungkinan Anda terkena infeksi trikomoniasis.</p>
<p>4. Keputihan berwarna pink<br />
Biasanya keputihan ini terjadi setelah melahirkan.</p>
<p>5. Keputihan berwarna putih kekuningan dan agak kental seperti susu<br />
Keputihan seperti susu ini bila disertai bengkak dan nyeri sekitar bibir vagina, gatal &#8211; gatal hingga nyeri saat berhubungan seks biasanya merupakan pertanda adanya infeksi jamur.</p>
<p>6. Keputihan yang berwarna abu &#8211; abu, atau kuning dengan bau amis seperti ikan<br />
Biasanya keputihan ini disertai oleh rasa panas seperti terbakar, gatal, kemerahan dan bengkak di bibir vagina atau vulva. Ini merupakan pertanda adanya infeksi vagina karena bakteri.</p>
<p><strong>Penyebab Keputihan ?</strong></p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Jamur</span></p>
<p>Penyebab keputihan karena jamur dari jenis Candida albicans, bisa terjadi karena penggunaan pil KB, steroid, diabetes, kegemukan, kehamilan dan juga karena daya tahan tubuh yang kurang. Keputihan karena jamur biasanya berwarna putih kekuningan dan berbau tidak sedap.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Bakteri</span></p>
<p>Penyebab keputihan karena adanya bakteri Gardnerella, bisa terjadi karena kehamilan, penggunaan alat kontrasepsi spiral (IUD) dan juga karena berganti-ganti pasangan. Keputihan karena bakteri biasanya berwarna putih keabuan, berbau amis dan encer.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Virus</span></p>
<p>Penyebab keputihan karena virus biasanya karena adanya penyakit yang diderita wanita, misalnya penyakit HIV/AIDS, herpes, condyloma dan lainnya. Keputihan karena virus ini bisa memicu munculnya penyakit kanker rahim. Untuk keputihan karena virus herpes diakibatkan karena hubungan seksual, dengan gejala melepuh di sekitar vagina dan terasa panas. Sedangkan untuk virus karena condyloma biasanya menyerang ibu hamil, berakibat keluarnya cairan keputihan yang berbau tidak sedap serta timbulnya kutil di beberapa bagian tubuh.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Parasit</span></p>
<p>Penyebab keputihan yang ini karena parasit Trichomonas vaginalis, bisa menular karena hubungan seksual, tukaran akaian dalam, tukaran perlengkapan mandi dan bisa juga karena kloset duduk yang terkontaminasi parasit. Keputihan karena parasit biasanya berwarna kuning kehijauan, berbusa, kental dan berbau tidak sedap.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Tumor atau Kanker Kandungan</span></p>
<p>Penyebab keputihan bisa timbul karena adanya tumor atau kanker kandungan. Biasanya keluar cairan berwarna putih, berbau busuk. Dan kadang disertai dengan adanya bercak darah, gangguan siklus haid, sering demam, rasa tidak nyaman di perut bagian bawah, badan lesu, pucat, lemas dan tidak terasa bugar. Segera periksakan sesegera mungkin ke dokter untuk mengetahui kepastian keputihan karena tumor atau kanker kandungan ini.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Benda Asing di Vagina</span></p>
<p>Penyebab keputihan berikutnya adalah karena adanya benda asing di dalam vagina. Bisa berupa kapas dan sisa pembalut yang tidak sengaja masuk ke dalam vagina. Pada anak-anak perempuan, bisa juga karena bermain sesuatu benda yang kecil misalnya biji-bijan, kancing baju dan lainnya serta tidak sengaja masuk ke dalam vagina.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Sering Membersihkan Vagina</span></p>
<p>Karena terlalu sering memberihkan vagina bisa menjadi penyebab terjadinya keputihan. Membersihkan kewanitaan dengan antiseptik tidak selalu berakibat baik, karena kemungkinan kuman baik yang membantu terbentuknya asam di saluran vagina ikut terbunuh. Sifat asam dalam vagina berguna untuk mengusir bibit penyakit.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Karena Usia</span></p>
<p>Usia lanjut bisa menjadi penyebab keputihan karena menipisnya lapisan dan selaput lendir vagina. Keputihan karena usia lanjut kadang disertai dengan keluarnya darah. Hal ini juga bisa terjadi pada masa sebelum pubertas, pada wanita yang memasuki masa menopause dan juga pengidap kencing manis.</p>
<p><strong>Pola Hidup Penyebab Keputihan ?</strong></p>
<ul>
<li>Menggunakan WC umum yang kotor, sehingga rawan terinfeksi oleh bakteri, virus, jamur, dan sebagaianya.</li>
<li>Ketika selesai buang air kecil, hanya membasuh organ intim dengan tissue saja, dan tidak membilasnya dengan air.</li>
<li>Menggunakan pakaian dalam yang sangat ketat, apalagi terbuat dari bahan sintesis.</li>
<li>Melakukan cara pembilasan vagina dengan arah yang salah, umumnya melakukan dari arah anus ke arah vagina, yang benar adalah dari vagina ke arah anus.</li>
<li>Kurangnya menjaga kebersihan organ intim.</li>
<li>Melakukan pertukaran pemakaian handuk/celana dalam dengan orang lain.</li>
<li>Mengalami stress dan kelelahan.</li>
<li>Tidak sering mengganti pembalut saat menstruasi.</li>
<li>Sering menggaruk – garuk pada daerah organ intim.</li>
<li>Tinggal di lingkungan yang kotor.</li>
<li>Mandi dengan berendam air hangat. Jamur penyebab keputihan suka tinggal pada daerah yang hangat.</li>
<li>Sering berganti pasangan seksual.</li>
<li>Memakai pembalut/pantyliner yang tidak berkualitas (terbuat dari bahan daur ulang &amp; mengandung pemutih).</li>
</ul>
<p><strong>Kemandulan bahkan kematian bisa di sebabkan oleh Keputihan ? </strong></p>
<p>Keputihan yang dibiarkan bisa merembet ke rongga rahim kemudian kesaluran indung telur dan sampai ke indung telur dan akhirnya ke dalam rongga panggul. Tidak jarang perempuan yang menderita keputihan yang kronis (bertahun-tahun) bisa menjadi mandul bahkan bisa berakibat kematian. “Berakibat kematian karena bisa mengakibatkan terjadinya kehamilan di luar kandungan. Kehamilan di luar kandungan, terjadi pendarahan, mengakibatkan kematian pada ibu-ibu” . Selain itu yang harus diwaspadai, keputihan adalah gejala awal dari kanker mulut rahim. Jadi jangan sampai terlambat untuk tahu apa yang menjadi penyebab keputihan. Yang pasti jangan anggap remeh keputihan. Supaya tidak menyesal di belakang hari nanti, karena akibat yang ditimbulkan oleh penyakit keputihan ini.</p>
<p><strong>Mencegah Keputihan ?</strong></p>
<ul>
<li>Menjaga kebersihan daerah vagina (Mengganti pembalut/pantyliner secara teratur)</li>
<li>Membilas vagina dengan cara yang benar (membilas vagina dari arah depan ke belakang ke arah anus)</li>
<li>Jangan suka tukar-tukaran celana dalam menggunakan celana dalam bersama dengan teman wanita lainnya</li>
<li>Jangan menggunakan handuk bersamaan ( suka tukar-tukaran handuk )</li>
<li>Lebih berhati – hati dalam menggunakan sarana toilet umum</li>
<li>Jalani Pola hidup sehat, cukup tidur, olah raga teratur, makan makanan dengan gizi yang seimbang</li>
<li>Hindari gonta ganti pasangan seksual (seks bebas)</li>
<li>Bagi wanita yang sudah melakukan hubungan seksual, setiap tahun harus melakukan papsmear untuk mendeteksi perangai sel-sel yang ada di mulut dan leher rahim.</li>
</ul>
<p><strong>Mengobati Keputihan ?</strong></p>
<ol>
<li>Ramuan tradisional yang paling umum digunakan untuk mengatasi keputihan adalah ramuan sejenis kunci-suruh.Ramuan ini terdiri dari dari campuran temu kunci(biasanya kunci pepet) dengan daun sirih. Kedua bahan ini dicuci bersih lalu direbus dengan segelas air dalam panci tertutup.Setelah mendidih lalu matikan api lalu minum selagi hangat,dua kali sehari satu gelas,selama 7 hari.</li>
<li>Ramuan untuk cuci atau rendam vagina.Caranya 10 lembar daun sirih yang segar tapi cukup tua warna hijau daunnya,dicampur  1 sendok makan serbuk delima putih, campuran direbus dengan 400 cc air dalam panci terutup sampai mendidih,matikan apinya dan diamkan air rebusan lalu cuci vagina,baik untuk cebok,berendam atau disemprotkan  kedalam vagina(Sebaiknya menggunakan alat seperti botol plastik dengan mulut yang panjang yang setiap pemakaian harus dibersihakn dengan air panas botolnya.</li>
<li>Ramuan 3 siung bawang putih, 3 cm kencur, 2 cm jahe ukuran kecil, 5 butir cengkih, 3 cm temu kunci, 1 sdt garam Campur ramuan ini dengan 100 ml air matang dan beri perasan 1 buah jeruk nipis. Minum ramuan ini sekali dalam seminggu sampai gangguan keputihan reda.</li>
<li>Ramuan bahan :madu murni 2 sendok makan,kunyit 3 potong,telur ayam kampung 1 butir,daun sembung 3 lembar,jeruk nipis 1 buah,daun asam muda 1 genggam caranya: kunyit ,daun asam &amp;daun sembung digodok denggan 2 gelas air hingga air tinggal 1 gelas.lalu telur yg sudah diambil kuningnya dicampur dengan perasan jeruk nipis dan madu ,aduk sampai merata kemudian masukkan ke dalam air rebusan daun sembung yg telah dingin ,minumlah 2 kali dalam sehari pagi &amp;saore dengan ramuan yg baru tersebut</li>
<li>Kunjungi dokter special kulit dan kelamin untuk mendapatkan penjelasan lengkap dan pengobatan yang tepat.</li>
</ol>
<p>Sumber : dari berbagai sumber dan petuah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koalisiperempuan.or.id/keputihan-pek-tay/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>POLITIK EKONOMI INDONESIA :  MENGEJAR PERTUMBUHAN EKONOMI,  MEMBAYAR DENGAN  DARAH, AIR MATA,  DAN NYAWA  RAKYATNYA!!!</title>
		<link>http://www.koalisiperempuan.or.id/politik-ekonomi-indonesia-mengejar-pertumbuhan-ekonomi-membayar-dengan-darah-air-mata-dan-nyawa-rakyatnya/</link>
		<comments>http://www.koalisiperempuan.or.id/politik-ekonomi-indonesia-mengejar-pertumbuhan-ekonomi-membayar-dengan-darah-air-mata-dan-nyawa-rakyatnya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Dec 2011 06:47:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>By</dc:creator>
				<category><![CDATA[Issu Strategis dan Advokasi kebijakan]]></category>
		<category><![CDATA[Statement]]></category>
		<category><![CDATA[buruh]]></category>
		<category><![CDATA[HAM]]></category>
		<category><![CDATA[konflik SDA]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[statemen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koalisiperempuan.or.id/?p=3197</guid>
		<description><![CDATA[PERNYATAAN  KOALISI PEREMPUAN INDONESIA UNTUK KEADILAN DAN DEMOKRASI POLITIK EKONOMI INDONESIA :  MENGEJAR PERTUMBUHAN EKONOMI,  MEMBAYAR DENGAN  DARAH, AIR MATA,  DAN NYAWA  RAKYATNYA!!!     Tema Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2011 adalah : “Percepatan Pertumbuhan Ekonomi yang Berkeadilan Didukung oleh Pemantapan Tata Kelola dan Sinergi Pusat Daerah”.   Dalam Nota Keuangan dan Rencana Anggaran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center">PERNYATAAN  KOALISI PEREMPUAN INDONESIA UNTUK KEADILAN DAN DEMOKRASI</p>
<p align="center">
<p align="center">
<p align="center"><strong>POLITIK EKONOMI INDONESIA :  MENGEJAR PERTUMBUHAN EKONOMI,  MEMBAYAR DENGAN  DARAH, AIR MATA,  DAN NYAWA  RAKYATNYA!!!</strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Tema Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2011 adalah : <strong><em>“Percepatan Pertumbuhan Ekonomi yang Berkeadilan Didukung oleh Pemantapan Tata Kelola dan Sinergi Pusat Daerah”. </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p>Dalam Nota Keuangan dan Rencana Anggaran Pendapatan Belanja 2011, disebutkan bahwa RKP tahun 2011 memuat 3 prinsip pengarusutamaan dan 11 prioritas Pembangunan. Tiga prinsip pengarusutamaan sebagai landasan operasional. yaitu  (1) pengarusutamaan pembangunan berkelanjutan; (2) pengarusutamaan tata kelola pemerintahan yang baik; dan (3) pengarusutamaan gender. Sedangkan 11 prioritas pembangunan meliputi : <em>Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola</em>,<em> Pendidikan, Kesehatan dan Kependudukan, Penanggulangan Kemiskinan, Ketahanan Pangan</em>,<em> Infrastruktur</em>,<em> Iklim Investasi dan Iklim Usaha, Energi, Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Bencana, Pembangunan Daerah Tertinggal, Terdepan, Terluar, dan Pasca-Konflik, Kebudayaan, Kreativitas, dan Inovasi Teknologi.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Sedangkan<em> Kebijakan Anggaran Pemerintah Pusat tahun 2011 akan diarahkan  terutama pada : 1)</em> meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi yang<em> </em>tinggi dan berkualitas (<em>pro growth</em>); 2) menciptakan dan memperluas lapangan kerja (<em>pro job</em>); dan 3)  meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui program-program jaring pengaman<em> </em>sosial yang berpihak kepada masyarakat miskin (<em>pro poor</em>).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Perwujudan dari kebijakan Percepatan pertumbuhan ekonomi yang tinggi menjadi dilaksanakan melalui </strong>peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB)  yaitu  peningkatan jumlah produk berupa barang dan jasa, termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di dalam batas wilayah Indonesia.<strong> </strong>Berbagai  upaya dilakukan pemerintah Indonesia untuk memikat  investor menanamkan investasinya di Indonesia, antara lain dalam bentuk: pembangunan infrastruktur, pelayanan perijinan yang murah, mudah dan cepat, keringanan pajak dan bea eksport-import, pengurangan kewajiban pemenuhan hak-hak buruh, hingga jaminan keamanan dan kepastian hukum penguasaan lahan untuk investasi. <strong></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebijakan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi, menimbul rentetan peristiwa perampasan tanah dan sumber-sumber daya yang merupakan mata pencaharian rakyat, hingga memicu berbagai bentuk penolakan dan perlawanan Rakyat terhadap kehadiran investasi. Demi memenuhi janji menjamin keamama untuk berinvestasi,  Pemerintah  akhirnya menggunakan alat negara (Polisi dan Tentara) maupun milisi yang dibentuk perusahaan untuk meredam berbagai bentuk penolakan yang dilakukan rakyat, sehingga menimbulkan korban jiwa dan luka. Kasus Pembantaian di Mesuji di Propinsi Lampung dan Sumatera Selatan dan Kasus Penembakan di Sape, Bima Nusa Tenggara Barat (NTB) adalah contoh nyata dari tindak kekerasan terhadap rakyat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Disisi lain, sikap aparat keamanan dan penegak hukum sangat keras terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh rakyat. Sekecil apapun pelanggaran yang dilakukan rakyat, akan dijatuhi hukuman berat. Kasus Nenek Minah yang dihukum kurungan 1,5 bulan dan masa percobaan selama 3 bulan akibat mencuri 3 butir Kakao milik PT RSA adalah bukti kerasnya penegakkan hukum bagi rakyat.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) dan Konsorsium Pembaharuan Agraria (KPA) mencatat meningkatnya kasus sengketa tanah dan Sumber Daya Alam. Menurut KPA, sepanjang tahun 2011 terdapat 163 kasus sengketa tanah, terdiri dari 97 atau 60% kasus di sector perkebunan, 36 kasus (22%) di sector kehutanan, 21 kasus (13%) terkait infrastruktur, 8 kasus (4%) di sector tambang dan 1 kasus diwilayah tambak/pesisir (1%). Kasus-kasus ini terjadi hampir di seluruh Propinasi di Indonesia</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Perampasan Tanah dan Sumber Daya Alam (SDA) atas nama investasi, selalu menimbulkan kesengsaraan bagi rakyat, laki-laki dan perempuan, dewasa, lanjut usia maupun anak-anak. Laki-laki maupun perempuan pencari nafkah keluarga, kehilangan mata pencaharian untuk memenuhi kehidupan rumah tangganya, membangun harapan masa depan dan mempertahankan kehidupan yang bermartabat. Perempuan mengalami beban tambahan penyediaan pangan guna mempertahankan hidup dan anak-anak hidup dalam keterbatasan pangan dan pendidikan. Seluruh penduduk setempat, hidup dalam rasa ketakutan, ketidak berdayaan dan tanpa perlindungan terhadap hak-hak mereka.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Praktek-praktek perampasan tanah dan sumber daya alam untuk investasi, berikut serangkaian ancaman kekerasan dan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh aparat keamanan negara maupun milisi milik perusahaan menimbulkan berbagai bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), baik hak sipil politik maupun hak ekonomi, social dan budaya, seperti hak atas kekayaan adat, hak atas hidup layak, hak atas rasa aman, hak atas lingkungan hidup yang sehat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Investasi baik asing maupun dalam negeri yang menjadi sumber utama untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Negara tidak secara otomatis meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitarnya.  Sebagai contoh misalnya industry perkebunan kepala sawit di Kabupaten Batanghari Jambi, telah menyebabkan masyarakat mengalami krisis air.  Sehingga ibu rumah tangga harus mengambil air ke wilayah yang sangat jauh dari rumahnya dengan kondisi jalan yang rusak karena seringnya dilewati truk-truk pengangkut kelapa sawit.  Kerusakan jalan juga menyebabkan tinggi angka kecelakaan yang berujung pada kematian.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Buruh-buruh Perempuan yang bekerja pada perkebunan kelapa sawit di kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan juga tidak lebih baik kondisi perekonomian keluarganya.  Upah buruh perkebunan kelapa sawit hanya Rp. 25.000,-/hari.  Upah ini akan digunakan untuk membayar biaya transportasi dari rumah ke lokasi perkebunan pp sebesar Rp. 10.000,- upah yang tersisa hanya sebesar Rp. 15.000,-/hari untuk membiayai kehidupan rumah tangga mulai dari biaya anak sekolah, makan, kesehatan, sandang dan kebutuhan pokok lainnya.  Kondisi ini menunjukan bahwa, investasi yang menjadi sumber utama untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi adalah kebijakan yang tidak hanya berpihak pada rakyat Indonesia pada umumnya.  Keuntungan dari proses investasi sumber daya alam hanya dinikmati oleh pengusaha dan sekelompok masyarakat tertentu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sehubungan dengan kebijakan politik ekonomi pemerintah Indonesia yang secara massif meningkatkan investasi untuk percepatan pertumbuhan ekonomi dan berdampak pada berbagai bentuk ketidak adilan dan pelanggaran HAM, Koalisi Perempuan Indonesia untuk Keadilan dan Demokrasi, menyatakan :</p>
<p>&nbsp;</p>
<ol start="1">
<li>Pemerintah tidak konsisten terhadap kebijakannya sendiri, karena upaya percepatan pertumbuhan ekonomi dicapai dengan mengorbankan rakyat dan tidak memenuhi prinsip-prinsip keadilan.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<ol start="2">
<li>Investasi di sector perkebunan (terutama perkebunan sawit), di sektor pertambangan dan di sektor kehutanan, terbukti telah menimbulkan pemiskinan dan  mengakibatkan penderitaan fisik atau mental yang berat  bagi masyarakat setempat, baik laki-laki maupun perempuan di segala golongan umur, terutama kaun lanjut usia dan anak-anak.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<ol start="3">
<li>Dari rentetan kasus kekerasan yang dilakukan oleh aparat keamanan terkait sengketa tanah dan SDA akibat pemberian ijin investasi, menunjukkan adanya indikasi bahwa Pemerintah Indonesia secara meluas (<em>widespread</em>) atau sistematik (<em>systematic</em>) dan sengaja (<em>intent</em>) menggunakan aparat keamanan untuk berhadapan dan melakukan kekerasan terhadap rakyat.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<ol start="4">
<li>Kebijakan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi dengan menggalakkan investasi, terbukti tidak memberikan kontribusi nyata pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, namun sebaliknya peningkatan investasi dibayar air mata, darah dan bahkan nyawa rakyat.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<ol start="5">
<li>Pemerintah Indonesia harus mengubah Kebijakan Politik Ekonomi Indonesia yang selama ini hanya mengandalkan investasi dan pinjaman luar negeri, menjadi kebijakan ekonomi yang lebih berpihak pada upaya peningkatan kemampuan rakyat untuk produksi secara berkelanjutan.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<ol start="6">
<li>Pemerintah berkewajiban untuk, memberikan ganti rugi dan rehabilitasi serta   memulihkan kehidupan dan hak-hak seluruh korban langsung maupun tak langsung yang timbul akibat adanya ijin operasi suatu perusahaan.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Koalisi Perempuan Indonesia menunggu langkah nyata dari Pemerintah Indonesia untuk menyelesaikan berbagai bentuk konflik tanah dan sumber daya serta pemulihan hak-hak masyarakat setempat. </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Jakarta, 30 Desember 2011 </strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Dian Kartikasari, SH </span></strong></p>
<p><strong><em>Sekretaris Jenderal </em></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koalisiperempuan.or.id/politik-ekonomi-indonesia-mengejar-pertumbuhan-ekonomi-membayar-dengan-darah-air-mata-dan-nyawa-rakyatnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aksi dari Kota Tuban</title>
		<link>http://www.koalisiperempuan.or.id/aksi-dari-kota-tuban/</link>
		<comments>http://www.koalisiperempuan.or.id/aksi-dari-kota-tuban/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2011 07:06:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>By</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Kliping Media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koalisiperempuan.or.id/?p=3193</guid>
		<description><![CDATA[Hari Ibu, Aktivis Perempuan Gelar Aksi Damai kotatuban.com – Dalam rangka memperingati Hari Ibu, Kamis (22/12/2011), sejumlah aktivis perempuan dari Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Cabang Tuban menggelar aksi damai di depan swalayan Bravo. Dalam aksinya, mereka membagikan stiker dan selebaran kepada para pengguna jalan yang melintas. Stiker bertuliskan “I Love Ibu” dan selebaran mereka bagian kepada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Hari Ibu, Aktivis Perempuan Gelar Aksi Damai</strong></p>
<p><strong>kotatuban.com</strong> – Dalam rangka memperingati Hari Ibu, Kamis (22/12/2011), sejumlah aktivis perempuan dari Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Cabang Tuban menggelar aksi damai di depan swalayan Bravo.</p>
<p>Dalam aksinya, mereka membagikan stiker dan selebaran kepada para pengguna jalan yang melintas. Stiker bertuliskan “I Love Ibu” dan selebaran mereka bagian kepada para pengendara sepeda motor dan mobil yang melintasi Jl Basuki Rahmat.</p>
<p>“Dalam aksi ini, kami mengajak kepada seluruh perempuan untuk bangkit agar tidak tertindas. Perempuan harus maju dan sehat, dalam mewarnai bangsa indonensia terlebih Kabupaten Tuban,”  kata Ketua KPI Tuban Bahrul Ulum di sela aksi.</p>
<p>Menurutnya, selama ini perempuan dianggap sebagai manusia yang lemah, dan kalah dengan kaum lelaki. Padahal, sebenarnya banyak perempuan yang berada di atas kaum lelaki.</p>
<p>“Banyak tokoh perempuan yang mampu memperjuangkan bangsa ini. karena itu, kami bersama teman-teman mengajak para kaum perempuan untuk bangkit dari ketertindasan ini,” sambungnya.</p>
<p>Kendati ada aksi sejumlah aktivis perempuan, arus lalu lintas di sana tetap berjalan lancar. Para aktivis hanya membagikan stiker dan selebaran kepada pengguna jalan ketika mereka berhenti saat lampu merah menyala. <strong>(mh)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koalisiperempuan.or.id/aksi-dari-kota-tuban/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Natal dan Tahun Baru 2012</title>
		<link>http://www.koalisiperempuan.or.id/selamat-natal-dan-tahun-baru-2012/</link>
		<comments>http://www.koalisiperempuan.or.id/selamat-natal-dan-tahun-baru-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Dec 2011 12:06:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>By</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dokumen dan Publikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Fact Sheet & Flyer]]></category>
		<category><![CDATA[Kliping Media]]></category>
		<category><![CDATA[Statement]]></category>
		<category><![CDATA[kartu]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[ucapan natal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koalisiperempuan.or.id/?p=3189</guid>
		<description><![CDATA[Seluruh Anggota, Pengurus dan Staff Koalisi Perempuan Indonesia untuk Keadilan dan Demokrasi Mengucapkan Selamat Hari Natal &#38; Tahun Baru 2012 Semoga Damai dan Semangat Natal Senantiasa Meneguhkan Komitmen Kita untuk Terus Membumikan Cinta Kasih dan Solidaritas Bagi Kita Semua    All of the  Members, Executive Boards, and Staffs of Indonesian Women Coalition for Justice and [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.koalisiperempuan.or.id/selamat-natal-dan-tahun-baru-2012/natal4/" rel="attachment wp-att-3190">Seluruh Anggota, Pengurus dan Staff<br />
Koalisi Perempuan Indonesia untuk Keadilan dan Demokrasi<br />
Mengucapkan<br />
Selamat Hari Natal<br />
&amp;<br />
Tahun Baru 2012<br />
Semoga Damai dan Semangat Natal Senantiasa Meneguhkan Komitmen Kita<br />
untuk Terus Membumikan Cinta Kasih dan Solidaritas Bagi Kita Semua</a></p>
<p style="text-align: center;">   All of the  Members, Executive Boards, and Staffs of</p>
<p style="text-align: center;">Indonesian Women Coalition for Justice and Democracy<br />
Would like to wish you<br />
A Merry Christmas<br />
&amp;<br />
Happy New Year 2012<br />
May Peace and The Spirit of Christmas Everlastingly Strengthen Our Commitment<br />
to Continue Preserving Love, Compassion and Solidarity For All of Us</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.koalisiperempuan.or.id/selamat-natal-dan-tahun-baru-2012/natal4/" rel="attachment wp-att-3190"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3190" title="natal4" src="http://www.koalisiperempuan.or.id/wp-content/uploads/2011/12/natal4-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koalisiperempuan.or.id/selamat-natal-dan-tahun-baru-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

