Ciptakan lingkungan anti korupsi dari keluarga

0
685

Ciptakan Lingkungan Antikorupsi dari Keluarga

Indahnya bila dunia tanpa korupsi.Atau setidaknya, bila negeri ini tanpa korupsi. Tak ada lagi pungutan liar (pungli) dan tiada pula ketidakadilan lantaran kemudahan hanya bagi mereka yang berduit.Keindahan ini bukan tidak mungkin tercapai.
Dan, perempuan mampu memegang peranan besar untuk mencapainya. Bagaimana? Menurut Sekjen Koalisi Perempuan Indonesia Dian Kartika Sari,perempuan dapat mendorong dan menciptakan lingkungan antikorupsi dimulai dari skala keluarga.

Perempuan bisa mengingatkan, mendidik,bahkan menciptakan lingkungan yang antikorupsi di keluarganya, kepada suaminya,kepada anak-anaknya,tutur Dian dalam sebuah diskusi bertajuk Kartini Melawan Korupsi yang digelar Indonesia Corruption Watch (ICW) di Depok, Jawa Barat,Sabtu (23/4).

Dian menuturkan,berbagai persoalan bangsa ini ternyata berujung dari korupsi. Kekuatan birokrasi dapat mempermainkan kebijakan demi kepentingan pihak tertentu yang pada akhirnya memperburuk keadaan perempuan. Sementara itu,peneliti masalah gender dan militer dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Jaleswari Pramodhawardani mengatakan, saat ini kaum perempuan tak hanya cukup mengkritisi persoalan pendidikan atau kesehatan tapi juga peduli dengan persoalan-persoalan hukum.

Disadari atau tidak, problem-problem yang dihadapi perempuan itu sebenarnya paling besar ada di ranah hukum.Itulah kenapa peran perempuan dalam melawan korupsi menjadi sangat penting,tegasnya. Hal senada diungkapkan petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Dotty Rahmatiasi. Menurut dia,peran perempuan dalam memberantas korupsi sangat dibutuhkan karena pendidikan antikorupsi sesungguhnya dimulai dari keluarga.

Orang tua tentu harus menjadi role modelbagi anak-anaknya dengan mengajarkan kejujuran,kata Dotty. Dia menambahkan,setiap anak akan meniru perilaku orang tuanya.Apa pun sikap orang tua yang dilihat anak akan direkam dalam memori dan kelak akan diikuti.Kalau dengan perkataan dan sikap anak-anak sudah benar-benar ditanamkan agar tidak melakukan korupsi,apa pun bentuknya dan sekecil apa pun nilainya, generasi bebas korupsi di Indonesia bukan sekadar mimpi,pungkasnya.

Di tempat terpisah,anggota Komisi XI DPR Boki Nita Susanti mengungkapkan, perempuan, sebagai tiang negara, ikut bertanggung jawab atas moralitas bangsa ini. Kaum perempuan adalah penjaga moralitas bangsa. Apabila perempuannya kuat, kuat pula bangsa ini, tandasnya.

Politikus perempuan dari Fraksi Partai Demokrat DPR Theresia Pardede (Tere) mengatakan, perempuan perlu memiliki semangat untuk berkarya dan menunjukkan eksistensinya di berbagai bidang, termasuk dalam dunia politik. Di sisi lain,anggota Komisi VIII DPR Inggrid Kansil menyatakan, pihaknya terus mendorong pemerintah meningkatkan program pemberdayaan perempuan.? DYAH AYU PAMELA/ ADAM PRAWIRA

Sumber : Seputar Indonesia.com

NO COMMENTS